SOCIAL MEDIA

Copyright (c) 2019 BlueScope Zacs™ - All Right Reserved
Putri
Terakhir diperbaharui: 10 Aug 2022
Share:
  • Klik untuk salin

Perbedaan Baja Konvensional dan Baja Ringan untuk Atap

 

Sobat Builders tahu enggak sih? Ternyata terdapat perbedaan yang signifikan antara baja konvensional dan baja ringan. Maka dari itu, Sobat Builders wajib mengetahui perbedaan tersebut untuk memudahkan proses pemilihan material atap rumah agar sesuai dengan rumah impian Sobat Builders.

 

Baja Konvensional

Source: scholar.unand.ac.id

 

Rangka Atap Baja Ringan BlueScope Zacs®

 

Jadi, baja terdiri dari perpaduan logam yang berfungsi sebagai unsur dasar yang dicampur dengan beberapa elemen lainnya. Dalam pembentukannya, baja memiliki kandungan karbon dan unsur kimia seperti fosfor, sulfur, silikon, nitrogen, dan alumunium. Baja ringan memiliki fungsi dan kekuatan yang sama kuatnya dengan baja konvensional meskipun bobotnya lebih ringan. Masing-masing baja memiliki kelebihan dan kelemahannya, untuk itu pilihlah baja sesuai dengan kebutuhan Sobat Builders.

 

Berikut merupakan 5 perbedaan baja konvensional dan baja ringan:

  1. Proses pembentukan

Proses pembentukan baja ringan berbeda dengan baja konvensional. Proses pembentukan baja konvensional dilakukan saat masih berbentuk cairan dengan suhu yang sangat panas kemudian dicetak dengan teknik khusus sesuai dengan ukuran tertentu sehingga hanya bisa dilakukan oleh professional.

Sedangkan baja ringan dibentuk saat suhu cairan sudah agak dingin dengan menggunakan mesin dengan teknologi khusus untuk membentuk tekstur dan ukuran yang presisi. Perbedaan suhu saat proses pembentukanlah yang menimbulkan adanya perbedaan massa berat pada Baja Ringan dan Baja Konvensional.

  1. Massa berat

Baja ringan memiliki bobot yang lebih ringan daripada baja konvensional. Dengan keunggulan tersebut, baja ringan dikenal sebagai salah satu bentuk inovasi dalam proses pembangunan kontruksi salah satunya dengan menghadirkan genteng metal. Berbeda dengan baja konvensional yang memiliki bobot lebih sehingga seringkali menjadi kendala konstruksi dan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses pembangunan.

  1. Ketebalan

Baja ringan dan genteng metal memiliki bobot yang lebih tipis yaitu sekitar 0.2 mm – 1 mm. Sedangkan baja konvensional memiliki ketebalan hingga 14mm. Hal ini juga merupakan salah satu faktor mengapa baja ringan memiliki bobot yang lebih ringan daripada baja konvensional.

  1. Waktu penggunaan

Baja ringan memiliki waktu penggunaan yang lebih lama jika dibandingkan dengan baja konvensional. Hal ini karena baja ringan memiliki lapisan pelindung karat yang tidak dimiliki oleh baja konvensional sehingga dapat memengaruhi waktu penggunaan kedua material tersebut.

  1. Ketahanan pada karat

Baja ringan yang berkualitas memiliki lapisan AZ100 atau lebih dikenal dengan lapisan pelindung karat. Lapisan pelindung karat berfungsi sebagai pelindung baja inti dari partikel-partikel pemicu korosi atau karat di sekitarnya. Dengan adanya lapisan pelindung karat AZ100 menjadikan baja ringan menjadi lebih awet jika dibandingkan dengan baja konvensional.

 

Dalam memilih baja ringan dan genteng metal berkualitas harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Tidak hanya itu, walaupun baja ringan memiliki lapisan pelindung karat, tetapi wajib bagi Sobat Builders untuk menggunakan produk berkualitas yang memiliki garansi resmi, baik pada ketahanan karat baja ringan, maupun pada ketahanan warna genteng metal. Dengan adanya garansi yang diberikan maka penggunaan produk baja ringan serta genteng metal menjadi lebih awet dan tahan lama.

 

Genteng Metal BlueScope Zacs® Cool

 

Selain itu, jasa tukang baja ringan juga dapat memengaruhi hasil akhir pembangunan. Saat membangun rumah Sobat Builders wajib menggunakan tukang baja ringan yang kompeten serta memahami rumus jarak dan pemasangan kuda kuda rangka baja ringan, genteng metal, kanopi baja ringan, hingga interior baja ringan dengan tepat.



User Profile Picture